Yesusmemiliki hubungan yang sangat dekat dengan Bapa-Nya, yaitu Allah, dan Dia mengatakan apa yang Dia rasakan. Yesus sangat sedih, tetapi Dia ingin melakukan apa yang Allah ingin Dia lakukan. Bacalah Markus . Diskusikan bagaimana orang-orang dan para prajurit memperlakukan Yesus.
Temuanmengenai struktur cerita dalam naskah drama Mega-mega karya Arifin C. Noer diuraikan sebagai berikut. Alur dan Pengaluran; Naskah drama Mega-mega karya Arifin C Noer memiliki tiga bagian. Bagian pertama berjudul Di Bawah Mega, sesama manusia sudah sepatutnya saling mengasihi dan menasihati. Layaknya tokoh Mae yang senantiasa
Narator(Pria - P Jaka Susila) : Bergulirnya waktu menyambut hari raya Paskah semakin dekat. Yesus dan kedua belas murid yang sangat dikasihiNYA bersama-sama dalam suatu perjamuan malam..Sementara itu Yesus telah tahu, bahwa saatNya sudah tiba untuk beralih dari dunia ini kepada BapaNYA ..
AdaPohon Natal. Di samping beranda ada taman bunga kecil dengan sebuah bangku panjang. BAGIAN I. Sayup terdengar lagu instrumentalia Natal. Di taman suatu sore. Hari menjelang malam. Seorang lelaki berpakaian jaket panjang kumal terbaring di bangku taman. Ia demam. Wajahnya tirus seperti kelaparan.
y4Lr3WG. - Drama menggambarkan kehidupan serta watak manusia melalui tingkah laku yang dipentaskan di depan umum. Kisah yang diangkat bisa fiktif khayalan atau sesuai pementasan, drama harus dibuat naskahnya terlebih dahulu. Ini agar para pemain mengetahui alur cerita, penokohan serta dialognya. Menurut Duwi Purwati dalam buku Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Berbasis Potensi Panduan Menulis Naskah Drama dengan Mudah 2020, dalam penulisan naskah drama perlu memperhatikan unsur-unsur drama, yakni Alur Alur merupakan rangkaian peristiwa dan konflik yang akan terjadi. Alur harus memuat konflik awal, perkembangan konflik hingga sering juga disebut jalan cerita, mulai dari awal hingga akhir. Umumnya alur cerita dimulai dari pengenalan tokoh, konflik hingga pemecahan masalah. Penokohan Penokohan dalam drama mencakup nama tokoh, jenis kelamin, watak serta lingkungan sosialnya. Penokohan sangatlah penting dan berpengaruh pada naskah drama. Penulis harus menentukan mana tokoh yang bersifat baik, tokoh yang menyebabkan konflik serta tokoh yang membantu menyelesaikan konflik. Baca juga Pengertian dan Karakteristik Drama Latar Latar merupakan keterangan tempat, waktu dan suasana dalam drama. Pemilihan latar perlu disesuaikan dengan jalannya cerita, agar penonton lebih memahami alur cerita. Latar tempat menggambarkan keterangan tempatnya. Latar waktu menggambarkan waktu terjadinya peristiwa. Latar suasana menggambarkan kondisi ketika peristiwa terjadi.
Abstrak Naskah Dagelan – Sandiwara adalah genre keberagaman karya sastra yang menggambarkan hidup manusia dengan gerak. Drama menggambarkan realita atma, watak, serta tingkah laku manusia melalui peran dan dialog yang dipentaskan. Kisah dan kisah dalam drama memuat konflik dan emosi yang secara distingtif ditujukan untuk pementasan teater. Skrip sandiwara tradisional dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya boleh dipentaskan untuk dapat dinikmati maka itu penonton. Sandiwara bangsawan memerlukan kualitas komunikasi, situasi dan manuver. Kualitas tersebut boleh dilihat dari sebuah konflik atau masalah bisa disajikan secara utuh dan dalam plong sebuah pementasan drama. Pengertian Sandiwara Struktur dan Elemen Sandiwara tradisional Jenis-Jenis Drama 1. Drama Tragedi 2. Sandiwara Komedi 3. Melodrama Contoh Naskah Drama 1. Kamil Naskah Drama Tema Penguraian Skenario 2. Transendental Tulisan tangan Drama Tema Interelasi Bebas 3. Contoh Tulisan tangan Sandiwara radio Tema Solidaritas 4. Contoh Tulisan tangan Sandiwara tradisional Tema Persahabatan Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Buku Terkait Materi Terkait Fisika Referensi Pengertian Sandiwara bangsawan Drama merupakan narasi dalam kerangka gerak. Kata drama berasal bersumber bahasa Yunani draomai yang berguna berpose, bertindak, mengerjakan, dan dolan. Puas hakikatnya, drama menggunakan bilang tokoh bikin mendedahkan dialog disertai gerak-gerik dan zarah artistik pertunjukan. Menurut Kamus Raksasa Bahasa Indonesia KBBI, drama merupakan komposisi tembang atau prosa yang diharapkan dapat mencitrakan kehidupan atau watak melalui tingkah laku atau dialog yang dipentaskan. Secara masyarakat, sandiwara tradisional ialah satu di antara rotasi kerumahtanggaan sastra yang mandraguna komposisi syair atau prosa, yang diharapkan dapat menggambarkan perilaku usia manusia di atas panggung. Istilah untuk drama plong masa penjajahan Belanda di Indonesia disebut dengan istilah tonil. Makyung kemudian berkembang diganti dengan istilah sandiwara tradisional oleh Mangkunegara VII. Sandiwara terbit berusul pengenalan n domestik bahasa Jawa sandi dan wara. Sandi artinya rahasia, sedangkan wara warah artinya pengajaran. Istilah sandiwara mengandung makna pengajaran nan dilakukan dengan perlambang. Sementaran itu, pengertian drama modern dan tradisional harus dibedakan. Dalam drama modern, aktivitas drama menggunakan naskah dialog, sedangkan drama tradisional menggunakan improvisasi dalam dialognya. Struktur dan Elemen Drama Ketoprak merupakan sebuah karya yang memuat nilai artistik yang tinggi. Sebuah sandiwara mengikuti struktur alur yang tertata. Struktur yang tertata akan kondusif penonton menikmati sebuah sandiwara radio nan dipentaskan. Struktur drama memuat babak, bagian, dialog, prolog, dan epilog. Babak merupakan istilah lain pecah bagian. Setiap adegan memuat satu keutuhan kisah kecil yang menjadi keseluruhan sandiwara. Dengan kata tidak, bagian adalah bagian dari naskah drama nan meringkas sebuah keadaan yang terjadi di suatu tempat dengan urutan waktu tertentu. Adegan adalah bagian bersumber drama nan menunjukkan perubahan peristiwa. Perubahan peristiwa ini ditandai dengan pergantian motor maupun seting tempat dan tahun, misalnya n domestik fragmen permulaan terdapat tokoh A menengah mengomong dengan tokoh B. Mereka kemudian melanglang ke tempat bukan lalu berpatut tokoh C, terdapat perubahan adegan di dalamnya. Dialog merupakan bagian berasal skenario drama yang berupa interlokusi antara suatu tokoh dengan pentolan nan lain. Dialog adalah fragmen yang paling kecil dominan intern drama. Dialog yakni kejadian nan membebaskan antara drama dengan jenis karya sastra yang lain. Prolog dan epilog merupakan bingkai berpangkal sebuah sandiwara bangsawan. Perkenalan awal ialah pengantar buat timbrung ke dalam sebuah sandiwara bangsawan. Isinya yaitu bayangan mahajana mengenai sandiwara yang akan dimainkan. Provisional epilog adalah bagian terakhir berpangkal pertunjukan sandiwara bangsawan. Isinya merupakan kesimpulan dari ketoprak yang dimainkan. Epilog rata-rata memuat makna dan wanti-wanti dari drama yang dimainkan. Ada tiga elemen berguna dalam drama, di antaranya Tokoh, pelaku yang mempunyai peran nan lebih dibandingkan praktisi-pekerja lain, biasanya dikategorikan dalam adat protagonis atau antagonis. Dialog atau percakapan nan harus diucapkan oleh tokoh cerita. Ilham perilaku, tindakan, alias perbuatan yang harus dilakukan oleh tokoh. Varietas-Jenis Sandiwara bangsawan 1. Sandiwara radio Tragedi Ketoprak tragedi merupakan drama yang menceritakan kisah-kisah dayuh dari para motor mulia. Kisah di dalam drama tragedi yaitu perjuangan tokoh mulia nan menjadi pahlawan untuk menentang berbagai perlawanan terhadap dirinya. Penentangan ini berperilaku enggak adil karena adanya perbedaan manfaat. Narasi di dalam drama tragedi adv amat serius sehingga menimbulkan rasa kasihan dan rasa merembas. 2. Drama Kelucuan Drama komedi merupakan dagelan yang menampilkan kisahan-cerita yang tidak terlalu serius namun komikal. Cerita berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang kemungkinan terjadi di dalam sandiwara radio. Hal-hal cura kulur dari kelakuan para tokoh dan bukan berkaitan dengan hal cerita. Kelakuan yang lucu juga mengandung kebijaksanaan para tokoh. 3. Melodrama Melodrama mempunyai kisah yang sangat serius. Dalam penceritaannya, muncul berjenis-jenis kejadian secara kebetulan. Cerita di intern melodrama menyorongkan rasa kasihan yang mewujudkan penontonnya terbawa suasana. Contoh Skenario Drama Telah pernahkah sira menggambar naskah drama? Skenario drama berbeda dengan skrip lainnya, baik kerumahtanggaan bentuk maupun teknik menulisnya. Saat akan batik tulisan tangan sandiwara bangsawan, ada baiknya jika dia memilih apalagi sangat satu tema kisahan ibarat dasar penulisan naskah. Sira harus mengidas cerita yang menghela sebagai dasar penulisan skrip sandiwara radio. Setelah itu, sira dapat menyusun kerangka cerita sandiwara bangsawan beralaskan cerita terseleksi. Kamu harus mampu mengidentifikasi konflik-konflik yang ada dalam kisah untuk menyusun tulangtulangan cerita drama berlandaskan narasi yang sudah kamu pilih. Anak bungsu, kamu bisa mengembangkan kerangka cerita menjadi pustaka sandiwara radio satu adegan yang mengandung keaslian ide. Andai salah satu bagan karya sastra, drama lain jauh berlainan dengan bentuk karya sastra prosa yang bukan seperti novel, durja, atau cerpen. Dikutip dari buku Bahasa Indonesia 2 SMP Kelas bawah VIII nan ditulis oleh Ida Ayu Kusrini 2007 16, naskah drama berbeda dengan skenario lainnya, baik dalam bentuk atau teknik menulisnya. 1. Contoh Naskah Drama Tema Pengajuan Tulisan tangan Andi “Shan, aku mau kisahan, nih?” Shani “Cerita apa? Tanya mimpi gilamu, kan? Ia masa ini mau bermimpi manalagi? Jadi astronot? Atau, berkelana ke planet Neptunus?” Andi “Hahaha, kau ini sempat saja. Aku memang mau menceritakan mimpiku. Namun, mimpiku kali ini bukan seaneh yang terlampau. Kali ini, mimpi yang aku wujudkan ini lebih realistis. Aku kepingin jadi dabir novel, Shan. Tepatnya menjadi penulis novel fantasi. Kamu senggang seorang kan kalau ini tukang ngayal. Bintang sartan, aku yang menjadi penulis novel fantasi merupakan yang bisa aku wujudkan”. Shani “Widih, tumben-tumbenan mimpimu sial, mana bagus kembali pula. Eh, ngomong-ngomong, engkau udah bikin naskahnya belum?” Andi “Udah, dong. Lebih-lebih semalam aku kirim ke penerbit”. Shani “Widih, mantap boleh jadi sekiranya begitu! Sepatutnya naskah diterima penerbit ya, Ndi”. Andi “Aamiin. Makasih ya Shan”. Beberapa masa kemudian. Shani “Ndi, bagaimana dengan naskah novelmu? Diterima penerbit tak?” Andi “Nggak, nih Shan. Malahan, aku disuruh revisi sama penerbitnya. Mana revisiannya banyak pula. Ah, mimpi indah untuk bikin novel fantasi mimpi yang bisa aku wujudkan”. Shani “Yaelah, Ndi. Naskah engkau kan cuma disuruh direvisi; lain ditolak. Jadi, skrip kamu masih mempunyai prospek bakal diterbitkan makanya penerbit. Lagian, sekiranya tidak diterbitkan di penerbit nan kamu tuju itu, sira masih bisa kirim ke penerbit bukan. Iya, kan?” Andi “Iya sih, Shan. Eh, ngomong-ngomong, terima kasih ya atas masukannya”. Shani “Sederajat-setimbang, Ndi”. Andi pun kembali merevisi naskah novelnya tersebut. Shani sebagai sahabatnya sekali lagi terus membagi dukungan dan memberi masukan kepada Andi. Narasi singkat, novel karangan fantasi Andi kembali diterbitkan dan digemari oleh banyak pembaca. 2. Contoh Naskah Drama Tema Pernah Objektif Pagi itu di sebuah sekolah SMA, Bayu berlari menghampiri Jono, Liyana, Nina, Ardi, Mira, Cici, dan Ahmad. Bayu Padanan-teman, kemarin ada riuk sendiri kutub kita nan ditahan penjaga keamanan karena terlibat kasus narkotika. Jono Iya, kemarin saya mendengar kabar ceceh, doang saya enggak mengerti mungkin anak yang ditahan tersebut. Nina Katanya sih, takdirnya bukan salah dengar yang ditangkap petugas keamanan itu sang Riko anak kelas sebelah. Ahmad” Ya ampun, kasihan sekali, pasti dia ada masalah sehingga sampai menyedang obat-obatan palsu sebagai pelariannya. Di satu sisi, situasi tersebut subversif tera baik sekolah kita. Liyana Namun, dapat saja dia merupakan korban atau dijebak basyar. Kita tidak bisa menuduhnya umpama pengguna sampai-sampai lalu sebelum ada bukti yang abadi. Nina Setahuku, ia memang berasal pecah keluarga memadai berlimpah, tetapi cacat pemberian gegares dari insan tuanya. Bukit Ter-hormat kata Liyana, kini banyak oknum tidak bertanggung jawab nan menjebak ataupun mencari korban lainnya. Cici Waktu ini memang sedang suar kasus narkotika di kalangan taruna. Dempet saban hari tayangan di televisi menyiarkan berita adapun kasus narkotika. Ahmad Kita harus pandai-tukang memilih antitesis berbual mesra dan mewaspadai orang asing di sekitar kita. Mira Kasih cerbak dan ingatan orang tua memang sangat berpengaruh sreg nyawa muda yang masih labil. Kalau orang tua terus mengabaikan momongan-anaknya, mereka akan silau ke pergaulan independen. Bayu Katanya sih, dia tidak sampai dipenjarakan karena masih di bawah umur. Dia cuma akan melewati tahap rehabilitasi dan kedua individu tuanya perlu diselidiki lebih jauh tersapu ketaktahuan mereka tentang anaknya yang sudah berulang boleh jadi menunggangi obat terlarang tersebut. Cici Semoga saja sesudah direhabilitasi, Riko dapat sembuh dan bersekolah seperti biasanya. Liyana Semoga saja, perjalanan sukma kita masih tataran. Usia kita sekarang ini merupakan spirit di mana kita menemukan suci diri dan merencanakan masa depan. Dulu disayangkan jika tindakan buruk nan kita perbuat kini dapat menghancurkan masa depan kita. Jono Ayo kita bersama-setara ubah kondusif dan mengingatkan meski kita tidak terpukau ke dalam koneksi bebas nan akan negatif kala nanti kita. Kuatkan iman dan terbuka kepada orang bertongkat sendok, batih, dan tandingan terhampir jika ada masalah agar kita bukan depresi dan memicu kita melakukan perbuatan terlarang seperti mencoba menggunakan narkotika! 3. Abstrak Skenario Drama Tema Kebersamaan Satu musim lima sekawan menengah bermain bola di alun-alun desa tempat mereka suntuk. Mereka memang sering bermain bola sore hari di tanah lapang tersebut. Masa ini, mereka menengah beristirahat di pinggir pelan. Bayu Dod, kamu dibawakan bekal apa makanya ibumu? langsung membuka kotak bekalnya. Dodi Aku dibawakann bekal ayam aduan goreng ini. Sekiranya kamu, Bay? Bayu Aku dibawain bekal benur segara sama bundaku. Soalnya semalam ayahku menganyam udang bersama ayah Ehsan. Dodi Jadi, bekalmu kembali lagi pakai udang, San? Ehsan Iya, Dod. Aku sama dengan Bayu tersenyum semringah. Dodi Waaahhh enaknya… aku lagi suka sekali urang. Jika ia, Ham? Ilham Aku dibawakan sayur daun ketela pohon dengan lauk sambal, Dod. Rezeki kesukaanku. Dodi Wahhh, itu juga tak kalah enaknya. Seandainya kamu, Ton? Anton tersenyum meringis Aku enggak mengangkut bekal. Ibuku pagi-pagi sekali mutakadim bekerja karena abangku akan masuk SMA. Maka itu karena itu, ayah dan ibu harus giat berburu uang. Jadi, ibuku tak sempat memasakkanku dan membawakanku bekal dayuh. Dodi Ya sudah, Ton. Ia masih bisa kok makan bersama kami. Anton Maksudnya? Ehsan Bagaimana kalo kita ramai-riuh-rendah makannya biar Anton juga boleh makan, alat pencernaan kita. Ilham Bagaimana caranya? Ehsan Sejenis ini saja, bagaimana kalo kita memakan menggunakan patera mauz? Jadi, nafkah kita nantinya dituang ke patera mauz itu. Meski kita semua bisa makan bareng-menyerempakkan. Dodi Ide bagus tuh. Yuk! Ilham dan Bayu mencuil daun pisang nan enggak jauh dari medan mereka. Mereka semua meneteskan makanannya di patera pisang tersebut. Mereka makan dengan lahap. Anton Sambut pemberian ya padanan-tampin. Cuma kalian teman nan mengerti keadaanku. Bayu Siap. Leha-leha aja, Ton tersenyum. 4. Abstrak Skenario Sandiwara tradisional Tema Persahabatan Siang itu ketika jam istirahat sekolah berbunyi, Istal, Dian, Mala, Winda, dan Haris menempah makanan di bar sekali lalu berlabun-labun bersama. Mala Kalian sempat enggak kenapa Dika lain masuk sekolah sepanjang tiga hari? Segala apa dia sakit? Haris Terakhir saya melihat Dika kemarin sore duduk termenung di teras rumahnya ketika saya hendak ke warung dekat rumahnya. Saya sempat bertanya kenapa dia merenung dan enggak masuk sekolah. Ia cuma menjawab tidak barang apa-apa dan beralasan jika akhir-pengunci ini dia selalu kesiangan. Tanglung Hmm, tidak siapa Dika kesiangan terus-menerus, dia kan anak asuh bosor makan besar perut bangun sebelum azan subuh. Jangan-jangan Dika sedang ada masalah, sahaja dia tidak ingin membualkan kepada kita? Winda Oh iya, saya pulang ingatan, tiga perian yang silam sepulang sekolah, ibuku bercerita kalau dia mematamatai Dika di pasar sedang membantu ibunya berjualan. Bukankah hari itu di mana musim pertama Dika tidak masuk sekolah? Ari Hendaknya, sepulang sekolah jemah kita mengunjunginya lakukan memafhumi apa nan terjadi lega Dika. Winda, Haris, Mala, dan Dian setuju dengan ajuan Ari. Sore harinya mereka berkumpul dan berangkat bersama berorientasi apartemen Dika. Di sana mereka menemukan Dika sedang melencangkan barang dagangan ibunya. Dika Teman-teman ada apa ya? Kenapa kalian mendadak kemari? Ayo duduk dahulu. Dian Kami semata-mata ingin memastikan alasan kenapa engkau tidak masuk sekolah selama tiga hari runtun-runtun karena kami semua sempat bahwa sira sahabat kami yang minimal rajin dan kami curiga kalau engkau sedang ada masalah. Kandang kuda Moga kamu menceritakan kepada kami segala apa masalahmu sebenarnya, Dik. Dika Maaf sebelumnya antiwirawan-oponen, saya tidak ingin menceritakan karena malu dan tidak kepingin menyusahkan kalian. Saya bekerja membantu Ibu cak bagi melapangkan biaya sekolah. Saya terancam tidak boleh mengupah uang SPP dan saya kasihan melihat Ibu bekerja sendiri. Mala Jikalau sejenis itu besok sore kami akan membantu berkeliling menjualkan sebagian daganganmu. Bagaimana tandingan-teman? Haris Saya setuju! Winda Ibuku camar membeli produk Ibumu karena iwak dan sayurnya belalah segar. Jajanan pasarnya juga sedap. Nanti saya tanyakan puas Ibu bakal menawarkan jajanan ibumu kepada lawan-teman arisannya. Dika Terima kasih ya, Sahabatku, kalian memang sahabat sejatiku. Rekomendasi Daya & Kata sandang Terkait Referensi Harymawan 1988. Dramaturgi. Bandung Rosda. Kosasih 2008. Apresiasi Sastra Indonesia. Jakarta Nobel Edumedia. Rene Wellek dan Austin Warren 2013. Teori Kesusastraan. Jakarta Gramedia Pustaka Utama. Suwardi Endraswara 2011. Metode Pembelajaran Sandiwara boneka. Yogyakarta CAPS. ePerpus ialah layanan bibliotek digital hari kini yang mendahului konsep B2B. Kami hadir kerjakan memudahkan intern mencampuri taman bacaan digital Anda. Klien B2B Bibliotek digital kami menghampari sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.” Custom log Akses ke ribuan buku mulai sejak penerbit berkualitas Fasilitas kerumahtanggaan mengakses dan mengontrol taman bacaan Anda Tersedia dalam mimbar Android dan IOS Cawis fitur admin dashboard bikin mengaram butir-butir analisis Siaran statistik lengkap Aplikasi tenang dan tenteram, praktis, dan efisien
ArticlePDF Available AbstractThe purpose of this study was to develop drama scripts in Menjadi Berkat Bagi Sesama in developing attitudes in fostering sharing in grade 5 students through Christian religion education. Sample is 61 teachers PAK IN Kec. Tarutung and Kec. Sipoholon, where 31 teachers as research and 30 teachers for instrument test. This research using development research with procedure model ADDIE which was developed Dick Carry, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Based on the research it was concluded that the drama script is very necessary as a learning medium by PAK teachers when teaching material Menjadi Berkat Bagi Sesama in fostering shared attitudes for students. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 PENGEMBANGAN NASKAH DRAMA MATERI MENJADI BERKAT BAGI SESAMA DALAM MENUMBUHKAN SIKAP BERBAGI Sartika S. Tamba Institut Agama Kristen Negeri Tarutung Email sartikastamba27 Abstrac The purpose of this study was to develop drama scripts in Menjadi Berkat Bagi Sesama in developing attitudes in fostering sharing in grade 5 students through Christian religious education. The sample is 61 teachers PAK IN Kec. Tarutung and Kecamatan. Sipoholon, where 31 teachers as research and 30 teachers for instrument test. This research using development research with procedure model ADDIE which was developed Dick & Carry, namely Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. Based on the research it was concluded that the drama script is very necessary as a learning medium by PAK teachers when teaching material Menjadi Berkat Bagi Sesama in fostering shared attitudes for students. Keywords Drama Script, Material Becomes a Blessing for Others. PENDAHULUAN Begitu pentingnya manusia diwajibkan menjadi berkat bagi sesama sehingga dalam buku Pendidikan Agama Kristen kelas 5 SD membahas materi tentang Menjadi Berkat Bagi Sesama lihat buku paket kelas 5 SD oleh Stefanus, Pakpahan & Borrong, 201459. Dari materi yang terdapat dalam buku Agama Kristen kelas 5 SD menunjukkan bahwa, menjadi berkat bagi sesama merupakan kontinuitas dari materi sebelumnya, hal ini bertujuan untuk menjelaskan kesinambungan setiap materi yang disajikan mulai dari materi Mengapa Manusia Berdosa? sampai kepada materi Manusia Baru Selalu Ingin Berdamai”. Menjadi berkat bagi sesama merupakan titik fokus penerapan perilaku yang diwajibkan untuk dilaksanakan peserta didik sebagai wujud nyata hidup yang telah ditebus dari dosa. Melalui Pendidikan Agama Kristen dan pendidikan lainnya diharapkan mampu membentuk karakter, moral serta kepribadian peserta didik yang baik di tengah keluarga bahkan di lingkungannya tempat ia berada. Pendidikan Agama Kristen yang diterapkan di Sekolah Dasar SD merupakan salah satu pelajaran yang bertujuan untuk menanamkan dan menghasilkan peserta didik yang memiliki kepribadian, moral, dan karakter. Oleh sebab itu, materi tentang Menjadi Berkat Bagi Sesama diajarkan di Sekolah Dasar bertujuan untuk menumbuhkan karakter kepedulian dan sikap berbagi terhadap sesama. Namun keterbatasan gambar dan cerita dalam menjelaskan materi Menjadi Berkat Bagi Sesama membuat materi dalam buku paket PAK kelas 5 SD tersebut hanya dijelaskan melalui cerita tokoh yang disajikan. Penyajian materi yang demikian membuat siswa hanya membaca cerita yang berhubungan dengan materi tersebut tanpa memahami makna yang terkandung JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 pada materi itu, penyajian demikian juga membuat siswa mudah bosan karena hanya membaca cerita dan melihat gambar pada materi itu sehingga sikap berbagi untuk menjadi berkat bagi sesama siswa tidak berkembang. Sejalan dengan hal tersebut, materi tentang Menjadi Berkat Bagi Sesama, yang disajikan dalam naskah drama sangat baik menggunakan metode bermain peran sebagaimana yang dikemukakan oleh Djamarah 201488 dalam bukunya Strategi Belajar Mengajar adalah “bermain peran karena melibatkan fisik”. Mengapa demikian? Karena pengembangan naskah drama melalui metode bermain peran merupakan metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik melakonkan peran tertentu sehingga membantu pemahaman peserta didik tentang materi yang sedang dipelajari dalam menumbuhkan sikap berbagi. Selain itu, Yamin 2010166-167 mengemukakan bahwa “metode bermain peran adalah metode yang melibatkan interaksi antara dua siswa atau lebih tentang suatu topik atau situasi”. Siswa melakonkan peran masing-masing sesuai dengan tokoh yang ia lakoni, mereka berinteraksi sesama mereka, melakukan peran terbuka. Metode ini menuntut guru untuk mencermati kekurangan dari peran yang diperagakan siswa. Oleh sebab itu materi Menjadi Berkat Bagi Sesama dikembangkan melalui naskah drama. Pengembangan naskah drama dalam materi Menjadi Berkat Bagi Sesama dapat digunakan sebagai media pembelajaran oleh seorang guru PAK, sehingga siswa mampu memahami dengan baik pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Supaya materi Menjadi Berkat Bagi Sesama dapat menumbuhkan sikap berbagi melalui pembelajaran Pendidikan Agama Kristen maka menggunakan metode bermain peran dengan media naskah drama. Naskah drama yang menarik akan memusatkan perhatian siswa untuk melakonkan setiap peran yang terkandung dalam naskah tersebut, hal tersebut membuat siswa bersemangat dalam menerima pembelajaran sehingga menumbuhkan sikap berbagi kepada sesama. Oleh karena itu, melalui naskah drama dalam upaya pengembangan materi tentang Menjadi Berkat Bagi Sesama, siswa dapat memahami konsep berkat dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya penerapan pembelajaran melalui media naskah drama dan metode bermain peran, akan menolong peserta didik untuk memahami tujuan materi pembelajaran melalui pelakonan yang mereka lakukan, sehingga merangsang peserta didik untuk menghayati setiap karakter yang akan ditunjukkannya. Sidjabat 2011297 mengemukakan bahwa “media merupakan alat penolong dalam kegiatan belajar dan biasanya meliputi orang, gambar, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 guna memungkinkan peserta didik memperoleh pengalaman belajar, pengetahuan, spiritualitas, moralitas, sikap, dan keterampilan”. Sejalan dengan hal diatas Puspowati 2018176 dalam Jurnal Media Prestasi Vol. XVIII mengemukakan bahwa naskah drama sebagai media pembelajaran. Naskah drama dipergunakan untuk menyampaikan pesan yang hendak disampaikan dalam proses pembelajaran yang menggunakan metode bermain peran. Mengingat pentingnya masalah tentang pemahaman mengenai pengembangan naskah drama pada materi Menjadi Berkat Bagi Sesama maka penelitian ini adalah Pengembangan Naskah Drama Pada Materi Menjadi Berkat Bagi Sesama Dalam Menumbuhkan Sikap Berbagi Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Di Kelas 5 SD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan naskah drama pada materi Menjadi Berkat Bagi Sesama dalam menumbuhkan sikap berbagi melalui pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di kelas 5 SD Kurikulum 2013. METODE Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan model ADDIE Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Tarutung dan Sipoholon. Waktu penelitian pada bulan September-Desember 2019. Populasi penelitian adalah guru PAK yang mengajar di Kecamatan Tarutung sebanyak 40 guru PAK dan di Kecamatan Sipoholon sebanyak 31 guru PAK sehingga jumlahnya sebanyak 61 guru dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket tertutup dengan pertanyaan positif, disusun dalam bentuk pilihan berganda terdiri dari 17 item soal. Setiap item terdiri dari 4 option dengan menggunakan skala Likert sebagaimana dikemukakan oleh Sugiyono 201693 yaitu Sanat Setuju bobot 4, Setuju bobot 3, Kurang Setuju bobot 2 dan Tidak Setuju bobot 1. HASIL Angket diuji coba kepada 30 orang guru PAK yang ada di Kecamatan Tarutung. Uji validitas instrument dilaksanakan untuk mengetahui tingkat ketepatan instrument yang digunakan, menggunakan rumus Product Moment Pearson yang ditulis oleh Arikunto 2010213 yaitu 2222 −−−=yyNxxNyxxyNrxyDengan rxy =Koefisien korelasi variabel X dengan variabel Y = Jumlah Skor Variabel X = Jumlah Skor Variabel Y = Jumlah skor perkalian XY N = Jumlah responden JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 Reliabilitas menggunakan rumus Formula Alfa Cronbach sebagaimana Arikunto 2010239 yaitu −−=2211 11tbkkrDengan r11 Reliabilitas instrumen K Jumlah item Jumlah varians item soal Jumlah varians total Sebelum uji reliabilitas dilakukan, terlebih dahulu dicari varians setiap butir rumus yang Arikunto 2010227 Jumlah varians butir 2 Jumlah kuadrat X N Jumlah responden Untuk mengetahui tinggi rendahnya reliabilitas instrument tersebut harga dikonsultasikan dengan cara mengartikan indeks korelasi hitung sebagaimana dikatakan Sugiyono 2018231 yaitu Hasil uji coba kepada 30 guru PAK di luar sampel, diperoleh hasil uji validitas instrumen variabel X sebanyak 20 item pertanyaan yang mana 3 item tidak valid dengan nilai rxy antara s/d Disimpulkan bahwa item pertanyaan variabel X sebanyak 17 item digunakan sebagai instrumen untuk penelitian. Reliabilitas variabel X diperoleh r11= dikonsultasikan dengan korelasi hitung pada kategori sangat kuat. Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick & Carry. Model ADDIE merupakan model yang disusun secara terprogram dengan urutan-urutan kegiatan yang sistematis dalam upaya pemecahan masalah belajar yang berkaitan dengan media belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karateristik siswa Permana & Noumavita, 201781. Langkah-langkah atau prosedur penelitian tersebut meliputi 1 Tahap Analisis Analyze Analisis kebutuhan yaitu perlunya pengembangan naskah drama. Oleh karena itu dilakukan analisis kebutuhan terlebih dahulu untuk mengetahui adanya potensi dan masalah yang berkaitan dengan penelitian pengembangan tersebut. Analisis kebutuhan dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa angket. Oleh karena itu penyebaran angket dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi adanya fakta dan harapan terkait pengembangan naskah drama dalam materi Menjadi Berkat Bagi Sesama pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen kelas 5 SD. Penyususnan angket terlebih dahulu dengan membuat kisi-kisi angket yang berasal dari point- JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 point interpretasi narati, kemudian disebarkan kepada guru. Angket yang digunakan peneliti bersifat positif. 2 Tahap Desain Design Berdasarkan hasil analisis, tahap yang selanjutnya dilakukan adalah tahap desain atau perancangan produk yang meliputi tahap berikut a. Pembuatan desain media Naskah drama merupakan cerita atau tiruan perilaku manusia yang dipentaskan. Naskah drama berfungsi sebagai panduan untuk mengarahkan pemeran drama untuk melakonkan tokoh yang diperankan. b. Menetapkan materi Pada tahap ini dikemukakan dasar pemilihan materi Menjadi Berkat Bagi Sesama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen. Pendidikan Agama Kristen dipilih karena sesuai dengan kompetensi penulis. Selain itu, terdapat kesulitan dalam hal kurangnya penggunaan media pembelajaran dan banyak guru yang masih menggunakan metode ceramah dalam mengajar Pendidikan Agama Kristen. c. Mengkaji mata pelajaran sesuai dengan kurikulum Standar Kompetensi memahami menjadi berkat bagi sesama dengan Kompetensi Dasar mempraktikkan cara hidup manusia baru dengan menjadi teladan bagi sesama, dikaji sesuai dengan panduan kurikulum yang berlaku di sekolah saat ini. 3 Tahap pengembangan Development a. Membuat produk media pembelajaran berupa naskah drama. Pada tahap ini produk media pembelajaran dibuat sesuai dengan panduan dari berbagai literatur dan sumber dalam membuat naskah drama yang baik dan benar. b. Validasi ahli materi dan ahli media. Proses validasi dilakukan oleh para ahli media dan ahli materi. Hasilnya berupa saran, komentar dan masukan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan analisis dan revisi terhadap media yang dikembangkan dan sebagai dasar untuk uji coba produk. 4 Tahap implementasi Implementation Pada tahap ini diimplementasikan rancangan produk yang telah dikembangkan melalui penilaian berdasarkan pemikiran rasional pada situasi yang nyata yaitu di kelas oleh guru PAK yang akan menggunakan media naskah drama dengan RPP yang telah dibuat. Naskah drama yang telah dibuat terlebih dahulu dinilai oleh 5 guru PAK dan 5 guru Bahasa Indonesia terkait beberapa aspek penilaian yang meliputi penokohan, adegan, alur cerita, konflik cerita, penyelesaian konflik, kesesuaian cerita dengan materi untuk menguji kelayakan naskah drama sebelum diterapkan dalam JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 proses pembelajaran PAK pada materi Menjadi Berkat Bagi Sesama. 5 Tahap evaluasi Evaluation Setelah tahap implementasi tersebut kemudian dilakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan memperbaiki produk menggunakan saran dan masukan dari beberapa dosen uji validasi dan guru-guru PAK yang telah menilai naskah drama untuk memberi umpan balik pada pengembangan naskah drama berikutnya. HASIL Prosedur pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model ADDIE yang dikembangkan oleh Dick & Carry. Model ADDIE merupakan model yang disusun secara terprogram dengan urutan-urutan kegiatan yang sistematis dalam upaya pemecahan masalah belajar yang berkaitan dengan media belajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karateristik siswa Permana & Noumavita, 201781. Langkah-langkah atau prosedur penelitian tersebut meliputi 1. Tahap Analisis Analyze Angket yang disebarkan sudah teruji kevalidannya dan reliabel. Penyebaran angket dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi adanya fakta dan harapan terkait pengembangan naskah drama dalam materi Menjadi Berkat Bagi Sesama pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen kelas 5 SD. Diketahui bahwa secara keseluruhan jawaban guru PAK berada pada nilai rata-rata nilai rata-rata berada pada kategori Sangat Tinggi Sangat Setuju, sebagaimana yang dikemukakan Raharja, Legiani, Sugiana & Lestari 2017206 dalam Untirta Civic Journal bahwa kriteria Sangat Tinggi, kriteria Tinggi, kriteria Rendah dan kriteria Sangat Rendah. 2. Tahap Desain Design Tahap desain atau perancangan produk yang meliputi a. Tahap pembuatan desain media dimana pembuatan desain yaitu desain media naskah drama bertujuan untuk menumbuhkan sikap berbagi. b. Menetapkan materi, dengan memilih materi Menjadi Berat Bagi Sesama di kelas 5 SD pada pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Pemilihan ini dilandasi dari materi yang terdapat dalam buku Agama Kristen kelas 5 SD menunjukkan bahwa, menjadi berkat bagi sesama merupakan kontinuitas dari materi sebelumnya, hal ini bertujuan untuk menjelaskan kesinambungan setiap materi yang disajikan mulai dari materi Mengapa Manusia Berdosa? sampai kepada materi Manusia Baru Selalu Ingin Berdamai”. Menjadi berkat bagi sesama merupakan titik fokus penerapan perilaku yang diwajibkan untuk dilaksanakan peserta didik sebagai wujud nyata hidup yang telah ditebus dari dosa. Dengan menunjukkan sikap menjadi berkat JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 bagi sesama, siswa akan memahami bahwa sejak kecil dia sudah diajarkan dan dimampukan menjadi berkat bagi sesama. Mengkaji mata pelajaran sesuai dengan kurikulum, dilakukan melalui perancangan RPP yang disesuaikan dengan Kompetensi Inti KI, Kompetensi Dasar KD, Indikator yang bersumber dari poin-poin dari nats Alkitab yang telah ditafsirkan, penilaian proses meliputi penilaian proses pembelajaran ketika berlangsung, penilaian spiritual, penilaian sosial, penilaian kognitif, penilaian psikomotorik serta evaluasi pembelajaran. 3. Pengembangan Development Pengembangan dalam model ADDIE berisi kegiatan untuk meerancang dan menilai produk. Hal tersebut dijelaskan sebagai berikut a. Membuat produk Membuat produk media pembelajaran berupa naskah drama. Pada tahap ini produk media pembelajaran dibuat sesuai dengan panduan dari berbagai literatur dan sumber dalam membuat naskah drama yang baik dan benar. Diantaranya adalah belajar melalui video yang bersumber dari youtube meliputi langkah-langkah pembuatan naskah drama, mempelajari tehnik pembuatan ide cerita berdasarkan penjelasan dari para sutradara berpengalaman. b. Validasi produk. Proses validasi produk dilakukan oleh para ahli media dan ahli materi. Hasilnya berupa saran, komentar dan masukan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk melakukan analisis dan revisi terhadap media yang dikembangkan dan sebagai dasar untuk uji coba produk. Untuk tahap ini, penulis memperoleh validasi mengenai angket, RPP dan media naskah drama dari beberapa dosen IAKN Tarutung dan guru PAK Pendidikan Agama Kristen, yaitu Uji Validasi I oleh Dr. Lustani Samosir, a. Tata tulis bagian penilaian pada RPP, pembuatan tabel yang benar. Setiap kata yang berada dalam kurung tidak boleh ada spasi antara kata dengan tanda kurung. Misalnya selalu bukan selalu . b. Naskah drama supaya disesuaikan dengan indikator. c. Alternatif pilihan jawaban pada angket harus menggunakan huruf pilihan SS, S, KS dan TS bukan menggunakan angka 4, 3, 2 dan 1. Uji Validasi II oleh Dra. Rusmauli Simbolon, a. Angket supaya disesuaikan dengan urutan indikator pada kisi-kisi angket. b. Angket setiap item dituliskan secara spesifik supaya tidak terjadi pengertian ganda. Uji Validasi III oleh Dr. Hulman Sihombing, a. Kata-kata yang dipergunakan pada angket kurang operasional, sehingga JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 menimbulkan multi tafsir ketika hendak menjawab. b. Angket yang telah disusun perlu dituliskan secara sistematis. Uji Validasi IV oleh Drs. Ibelala Gea, a. Poin-poin dari tafsiran Kisah Para Rasul 241-47 dimuat dalam angket. b. Sederhanakan setiap kalimat yang terdapat pada angket supaya mudah untuk dijawab. Uji Validasi V oleh Dr. Betty Pakpahan, a. Pertegas setiap pertanyaan/pernyataan supaya sesuai dengan kisi-kisi angket. b. Pertanyaan/pernyataan harus di susun secara sistematis dari hal yang umum ke khusus. Uji Validasi VI oleh S. Hutagalung, Guru PAK di SD N 173108 Banuarea. a. Setiap item angket di peruntukkan untuk 1 pertanyaan/pernyataan, supaya tidak membingungkan responden ketika memilih jawaban. b. Sistematika pertanyaan/pernyataan pada instrumen perlu disusun mulai dari bagian umum ke khusus. c. Setiap karakter yang ada pada item angket sebaiknya di tuliskan kata “ada tokoh yang memerankan karakter”, hal ini bertujuan supaya responden memahami bahwa pada naskah drama tersebut memuat beberapa tokoh yang memiliki karakter yang berbeda. Uji Validasi Produk oleh Masniar Sitorus, Dosen Bahasa Indonesia IAKN Tarutung a. Deskripsikan secara terperinci mengenai dasar cerita yang ada pada point 1. b. Pergunakan tanda kutip untuk menyatakan kalimat langsung pada drama. 4. Tahap Implementasi Implementation Pada tahap ini diimplementasikan rancangan produk yang telah dikembangkan melalui penilaian berdasarkan pemikiran rasional pada situasi yang nyata yaitu di kelas oleh guru PAK yang akan menggunakan media naskah drama dengan RPP yang telah dibuat. Naskah drama yang telah dibuat terlebih dahulu dinilai oleh 10 guru PAK terkait beberapa aspek penilaian yang meliputi kesesuaian pemilihan karakter dengan tingkat umur, kesesuaian dialog dengan karakter yang diperankan, contoh karakter Menjadi Berkat Bagi Sesama dimuat dalam naskah drama, contoh karakter tidak Menjadi Berkat Bagi Sesama dimuat dalam naskah drama, dan alur cerita dalam naskah drama dimuat secara sistematis bertujuan untuk menguji kelayakan naskah drama sebelum diterapkan dalam proses pembelajaran PAK pada materi Menjadi Berkat Bagi Sesama. Skala yang digunakan adalah Skala Likert sebagaimana yang dikemukakan oleh Riduwan 201388 yaitu Sangat Bagus diberi bobot 5, Bagus JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 diberi bobot 4, Kurang Bagus diberi bobot 3, Tidak Bagus diberi bobot 2, dan Sangat Tidak Layak diberi bobot 1. Untuk tahap implementasi, peneliti menyebarkan lembar kritik dan saran kepada 5 guru PAK dan 5 guru Bahasa Indonesia kelas 5 SD di Kec. Tarutung dan Kec. Sipoholon. Berdasarkan penilaian untuk naskah drama yaitu hidup yang saling berbagi . Jumlah responden sebanyak 5 orang guru PAK dan 5 orang guru Bahasa Indonesia kelas 5 SD di Kec. Tarutung dan Kec. Sipoholon dengan 5 lima aspek penilaian yang terdiri dari kesesuaian pemilihan karakter dengan tingkat umur, kesesuaian dialog dengan karakter yang diperankan, contoh karakter Menjadi Berkat Bagi Sesama dimuat dalam naskah drama, contoh karakter tidak Menjadi Berkat Bagi Sesama dimuat dalam naskah drama, dan alur cerita dalam naskah drama dimuat secara sistematis. Riduwan 201389 mengemukakan bahwa kriteria interpretasi skor adalah sebagai berikut Tabel Kriteria Interpretasi Skor Sangat Lemah Buruk Sekali Sangat Kuat Sangat Bagus Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa 1 Kesesuaian pemilihan karakter dengan tingkat umur, perolehan skor 80% dengan kriteria bagus. 2 Kesesuaian dialog dengan karakter yang diperankan, perolehan skor 94% dengan kriteria sangat bagus. 3 Contoh karakter Menjadi Berkat Bagi Sesama dimuat dalam naskah drama, perolehan skor 90% dengan kriteria sangat bagus. 4 Contoh karakter tidak Menjadi Berkat Bagi Sesama dimuat dalam naskah drama, perolehan 84% dengan kriteria sangat bagus. 5 Alur cerita dalam naskah drama dimuat secara sistematis, perolehan skor 86% dengan kriteria sangat bagus. Setelah dihitung skor dari setiap penilaian naskah drama yang telah selesai direvisi, kemudian diimplementasikan kepada peserta didik untuk diperankan. Dalam hal ini para pemeran yaitu siswa Kelas 5A SD Swasta Latihan HKBP Pearaja Tarutung, yang mana guru PAK nya adalah Ibu Diak J. Pakpahan, dan Kepala Sekolah yaitu Bapak Pdt. Pancasona Simbolon, 5. Tahap Evaluasi Evaluation Evaluasi dilakukan dengan memperbaiki produk menggunakan kritik dan saran dari beberapa dosen uji validasi dan guru-guru JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 PAK yang telah menilai naskah drama untuk memberi umpan balik pada pengembangan naskah drama berikutnya. Berdasarkan hasil penelitian sebagaimana dengan penilaian dari tim validasi instrumen, validasi produk, penyebaran angket uji coba kepada 30 guru PAK kelas 5 SD di Kec. Tarutung, penyebaran angket penelitian kepada 31 guru PAK kelas 5 SD di Kecamatan Tarutung dan Sipoholon, penilaian naskah drama dan RPP kepada 5 guru PAK dan 5 guru Bahasa Indonesia kelas V SD di Kec. Tarutung dan Kec. Sipoholon, maka dapat diketahui beberapa hal yang dievaluasi yaitu sebagai berikut 1. Dasar cerita basic story pada naskah drama perlu di deskripsikan secara terperinci meliputi alasan mengapa perlu menumbuhkan sikap berbagi pada diri siswa berdasarkan kenyataan yang dialami pada kehidupan sehari-hari. 2. Penulisan contoh karakter yang mencerminkan sikap hidup berbagi dalam menerapkan materi Menjadi Berkat Bagi Sesama supaya peserta didik mampu memahaminya dengan baik. 3. Point no empat pada pendahuluan naskah drama perlu deskripsikan secara terperinci permasalahan yang dihadapi oleh para tokoh. 4. Point no lima pada pendahuluan naskah drama perlu deskripsikan secara terperinci bagaimana cara tokoh mengatasi permasalahan yang dihadapi. Selanjunya, evaluasi yang dilakukan setelah naskah drama tersebut diperankan oleh peserta didik yaitu guru PAK memberikan saran supaya naskah drama yang telah dibuat dikurangi penggunakan kata “waduhh”, karena ada beberapa tokoh yang sering mengungkapkan kata waduh dalam bermain peran. PEMBAHASAN Berdasarkan pendistribusian hasil jawaban guru PAK tentang pengembangan Naskah Drama diketahui item dengan skor tertinggi adalah nomor 10 dengan rata-rata 3,70 yaitu guru PAK sangat setuju bahwa media naskah drama pada materi Menjadi Berkat Bagi Sesama ada tokoh yang memerankan karakter orang yang menghargai keberadaan orang lain sebagai saluran berkat dari Tuhan. Nilai terendah yaitu item 6 dengan nilai rata-rata yaitu guru PAK setuju bahwa media naskah drama pada materi Menjadi Berkat Bagi Sesama ada tokoh yang memerankan karakter yang selalu ceria. Rata-rata keseluruhan adalah artinya guru PAK sangat setuju apabila pembelajaran pada Materi Menjadi Berkat Bagi Sesama Menggunakan Media Naskah Drama dengan Metode Bermain Peran. Aspek penilaian dengan perolehan skor tertinggi untuk media naskah drama adalah kesesuaian dialog dengan karakter yang diperankan dan aspek penilaian dengan JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 perolehan skor terendah adalah kesesuaian pemilihan karakter dengan tingkat umur. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan yaitu Analisis Analysis, Desain Design, Pengembangan Develompement, Implementasi Implementation dan Evaluasi Evaluation dapat disimpulkan bahwa 10 orang guru PAK di Kecamatan Tarutung sangat setuju dengan adanya penggunaan media naskah drama yang bertujuan untuk menarik perhatian, mempermudah memahami materi bahkan menerapkan kehidupan menjadi berkat bagi sesama melalui sikap berbagi yang dimiliki oleh siswa tersebut. Supaya naskah drama lebih bagus ketika akan di terapkan dalam pembelajaran PAK Pendidikan Agama Kristen, maka perlu di deskripsikan secara terperinci dasar cerita, permasalahan yang dihadapi oleh tokoh dan cara mengatasi permasalahan. SARAN Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan, dengan ini disarankan kepada 1 Guru PAK kelas 5 SD di Kecamatan Tarutung supaya menggunakan media naskah drama dalam menumbuhkan sikap berbagi pada diri siswa ketika menjelaskan materi Menjadi Berkat Bagi Sesama, dengan maksud supaya siswa tidak hanya mengetahui namun memahami bahkan menerapkan tujuan pembelajaran dengan baik yang berdampak kepada keberhasilan pembelajaran PAK tersebut. 2 Peneliti berikutnya yang melakukan pengembangan media naskah drama supaya memperhatikan dan menyempurnakan naskah drama tersebut dengan sumber-sumber yang lebih bagus berdasarkan ilmu para penulis yang berkecimpung di bidang sastra dan hermeneutik. DAFTAR PUSTAKA A, Sutama Adji. Mengapa Kamu Menengadah Ke Langit? Analisis Naratif Kisah Kenaikan Yesus. 2002. Jakarta BPK Gunung Mulia. Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. 2011. Jakarta Grafindo Charles, F. Pfeiffer & F. Harrison Everett. The Wicliffe Bible Commentary Vol 3. 2013. Malang Gandum Mas. Darmawijaya. Kisah Para Rasul. 2012. Yogyakarta Kanisius. Dianne, Bergant, & Robert J. Karris. 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Baru. Yogyakarta Kanisius. Djamarah, Syaiful Bahri dan Zain Aswan. Strategi Belajar Mengajar. 2014. Jakarta Rineka Cipta Hamalik, Qernar. Media Pendidikan. 2011. Bandung Citra Aditya Bakti. I, Packer J., Merril C. Tenney & William White. Ensiklopedi Fakta Alkitab Bible Almanac-2. 2014. Malang Gandum Mas. JURNAL AREOPAGUS September 2020, pp. 149-160 p-ISSN 1693-5772- e-ISSN 2623-1670 Istirani dan Intan Pulungan. Ensiklopedi Pendidikan. 2018. Medan Media Persada Jauhar, Mohammad. 2011. Implementasi Paikem dari Behavioristik sampai Konstruktivistik. Jakarta Prestasi Pustaka. Murray, Andrew. Karakter Seorang Hamba Sejati. 2009. Yogyakarta Andi. Permana, Erwin Putera & Nourmavita Desy. Pengembangan Multimedia Interaktif Pada Mata Pelajaran IPA Materi Mendeskripsikan Daur Hidup Hewan Di Lingkungan Sekitar Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. 2017. Jurnal PGSD FKIP Universitas Bengkulu ISSN 1693 8577 Prasetyo, Eko. Ternyata Penelitian Itu Mudah. 2015. Jakarta Penerbit eduNomi. Puspowati, Meineny. Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Media Naskah Drama Dengan Straregi Integrasi. 2018. Jurnal Media Prestasi Vol. XVIII No. 1 Juni 2018/P-ISSN 1979-9225 e-ISSN 2356-2692 Raharja, Legiani, Sugiana & Lestari. Pengaruh Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Terhadap Kompetensi Warga Negara Mahasiswa FKIPUNTIRTA. 2017. Untirta Civic Education Journal Vol. II. e-ISSN 2581-0391. Riduwan. Belajar Mudah Peneltian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. 2013. Bandung Alfabeta. Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. 2011, Jakarta Kencana. Setyosari, Punaji. Metode Penelitian Pendidikan & Pengembangan. 2016. Jakarta Kencana Sutarti, Tatik & Edi Irawan. Kiat Sukses Meraih Hibah Penelitian Pengembangan. 2017. Yogyakarta Deepublish. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. 2016. Bandung Alfabeta Sumiati & Asra. Metode Pembelajaran. 2018. Bandung Wacana Prima. Wicaksono, Andri. Menulis Kreatif Sastra Dan Beberapa Model Pembelajarannya. 2014. Yogyakarta Garudhawaca. Yamin, Martinis. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. 2010. Jakarta GP Press. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Seorang Hamba SejatiAndrew MurrayMurray, Andrew. Karakter Seorang Hamba Sejati. 2009. Yogyakarta Penelitian Itu MudahEko PrasetyoPrasetyo, Eko. Ternyata Penelitian Itu Mudah. 2015. Jakarta Penerbit Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Media Naskah Drama Dengan Straregi IntegrasiMeineny PuspowatiPuspowati, Meineny. Meningkatkan Keterampilan Menulis Cerpen Melalui Media Naskah Drama Dengan Straregi Integrasi. 2018. Jurnal Media Prestasi Vol. XVIII No. 1 Juni 2018/P-ISSN 1979-9225 e-ISSN 2356-2692Belajar Mudah Peneltian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti PemulaRiduwanRiduwan. Belajar Mudah Peneltian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Pemula. 2013. Bandung Pembelajaran Berorientasi Standar Proses PendidikanWina SanjayaSanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. 2011, Jakarta Kencana Sutarti, Tatik & Edi Irawan. Kiat Sukses Meraih Hibah Penelitian PengembanganPunaji SetyosariSetyosari, Punaji. Metode Penelitian Pendidikan & Pengembangan. 2016. Jakarta Kencana Sutarti, Tatik & Edi Irawan. Kiat Sukses Meraih Hibah Penelitian Pengembangan. 2017. Yogyakarta Kreatif Sastra Dan Beberapa Model PembelajarannyaAndri WicaksonoWicaksono, Andri. Menulis Kreatif Sastra Dan Beberapa Model Pembelajarannya. 2014. Yogyakarta Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan PendidikanMartinis YaminYamin, Martinis. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. 2010. Jakarta GP Press.
I. Di hari-hari terakhir pelayanan fana-Nya, Yesus memberikan kepada para murid-Nya apa yang Dia sebut “perintah baru” Yohanes 1334. Diulangi tiga kali, perintah itu sederhana namun sulit “Saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu” Yohanes 1512; lihat juga ayat 17. Ajaran untuk saling mengasihi telah menjadi ajaran sentral dari pelayanan Juruselamat. Perintah besar kedua adalah “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” Matius 2239. Yesus bahkan mengajarkan, “Kasihilah musuhmu” Matius 544. Tetapi perintah untuk mengasihi orang lain sebagaimana Dia telah mengasihi kawanan domba-Nya adalah bagi para murid-Nya—dan bagi kita—sebuah tantangan yang unik. “Sesungguhnya,” Presiden Thomas S. Monson mengajarkan kepada kita April lalu, “kasih adalah inti dari Injil, dan Yesus Kristus adalah Teladan kita. Kehidupan-Nya adalah pusaka kasih.”1 Mengapa begitu sulit untuk saling memiliki kasih seperti Kristus? Itu sulit karena kita harus hidup di antara mereka yang tidak memiliki kepercayaan dan nilai dan kewajiban perjanjian yang sama dengan kita. Dalam Doa Safaat-Nya yang agung, diucapkan sesaat sebelum Penyaliban-Nya, Yesus berdoa bagi para pengikut-Nya “Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia” Yohanes 1714. Kemudian, kepada Bapa Dia memohon, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka daripada yang jahat” ayat 15. Kita harus hidup di dunia namun tidak menjadi dari dunia. Kita harus hidup di dunia karena, sebagaimana Yesus ajarkan dalam sebuah perumpamaan, kerajaan-Nya adalah “seperti ragi,” yang fungsinya adalah untuk menggembungkan seluruh adonan melalui pengaruhnya lihat Lukas 1321; Matius 1333; lihat juga1 Korintus 56–8. Para pengikut-Nya tidak dapat melakukan itu jika mereka bergaul hanya dengan mereka yang memiliki kepercayaan dan kebiasaan yang sama. Namun Juruselamat juga mengajarkan bahwa jika kita mengasihi Dia, kita akan menaati perintah-perintah-Nya lihat Yohanes 1415. II. Injil memiliki banyak ajaran mengenai menaati perintah sementara hidup di antara orang-orang yang berbeda kepercayaan dan kebiasaan. Ajaran mengenai perselisihan adalah penting. Ketika Kristus yang telah bangkit mendapati orang-orang Nefi berbantahan mengenai cara pembaptisan, Dia memberikan petunjuk yang jelas mengenai bagaimana tata cara ini hendaknya dilaksanakan. Kemudian Dia mengajarkan asas besar ini “Dan tidak akan ada perbantahan di antara kamu, seperti yang telah ada hingga kini; tidak juga akan ada perbantahan di antara kamu mengenai pokok-pokok ajaran-Ku, seperti yang telah ada hingga kini. Karena sesungguhnya, sesungguhnya Aku berfirman kepadamu, dia yang memiliki semangat perselisihan bukanlah dari-Ku, tetapi dari iblis, yang adalah bapa perselisihan, dan dia menghasut hati manusia untuk berselisih dengan amarah, satu sama lain. Lihatlah, ini … ajaran-Ku, bahwa hal-hal seperti itu hendaknya diakhiri” 3 Nefi 1128–30; penekanan ditambahkan. Juruselamat tidak membatasi peringatan-Nya mengenai perselisihan kepada mereka yang tidak menaati perintah tentang pembaptisan. Dia melarang perselisihan oleh siapa pun. Bahkan mereka yang menaati perintah semestinya tidak menghasut hati manusia untuk berselisih dengan amarah. “Bapa perselisihan” adalah iblis; Juruselamat adalah Pangeran Damai. Sejalan dengan itu, Alkitab mengajarkan bahwa “orang bijak meredakan amarah” Amsal 298. Para Rasul zaman dahulu mengajarkan bahwa kita hendaknya “mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera Roma 1419 dan “[berbicara tentang] kebenaran di dalam kasih” Efesus 415, “sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah” Yakobus 120. Dalam wahyu modern Tuhan memerintahkan bahwa kabar kesukaan tentang Injil yang dipulihkan hendaknya dimaklumkan “setiap orang kepada sesamanya, dalam kelunakan hati dan dalam kelembutan hati” A&P 3841, “dengan segenap kerendahan hati, … tidak mencaci maki para pencaci maki” A&P 1930. III. Bahkan sewaktu kita mengupayakan untuk menjadi lembut hati dan menghindari perselisihan, kita tidak boleh berkomproni atau melemahkan komitmen kita terhadap kebenaran-kebenaran yang kita pahami. Kita tidak boleh menyerahkan posisi-posisi kita atau nilai-nilai kita. Injil Yesus Kristus dan perjanjian-perjanjian yang telah kita buat tak pelak menempatkan kita sebagai pejuang dalam kontes kekal antara kebenaran dan kesalahan. Tidak ada tanah netral dalam kontes itu. Juruselamat memperlihatkan caranya ketika para lawan-Nya menghadapkan kepada-Nya perempuan yang telah “tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zina” Yohanes 84. Ketika merasa malu dengan kemunafikan mereka sendiri, para penuduh itu menarik diri dan meninggalkan Yesus sendirian dengan perempuan itu. Dia memperlakukan perempuan itu dengan kebaikan hati dengan menolak untuk menghukum dia pada waktu itu. Tetapi Dia juga dengan tegas mengarahkan dia untuk “jangan berbuat dosa lagi” Yohanes 811. Kebaikan hati yang penuh kasih diperlukan, namun pengikut Kristus—sama seperti sang Guru—akan teguh dalam kebenaran. IV. Seperti Juruselamat, para pengikut-Nya terkadang dihadapkan pada perilaku penuh dosa, dan dewasa ini mereka mempertahankan yang benar dan yang salah sebagaimana mereka memahaminya, kadang mereka disebut “fanatik.” Banyak nilai dan praktik duniawi menghadapkan tantangan-tantangan semacam itu kepada Orang Suci Zaman Akhir. Yang umum di antaranya dewasa ini adalah arus kuat yang mengesahkan pernikahan sesama jenis di banyak negara bagian dan di provinsi-provinsi di Amerika Serikat dan Kanada serta banyak negara lain di dunia. Kita juga hidup di antara sebagian orang yang tidak memercayai pernikahan sama sekali. Beberapa tidak percaya mengenai memiliki anak. Sebagian menentang pembatasan apa pun mengenai pornografi atau narkoba yang berbahaya. Contoh lain—familier bagi kebanyakan orang yang percaya—adalah tantangan berupa hidup dengan pasangan atau anggota keluarga yang nonanggota atau bergaul dengan rekan kerja yang tidak percaya. Di tempat-tempat yang didedikasikan, seperti bait suci, rumah peribadatan, dan rumah kita sendiri, kita hendaknya mengajarkan kebenaran dan perintah-perintah secara gamblang dan mendalam sebagaimana kita memahaminya dari rencana keselamatan yang diwahyukan dalam Injil yang dipulihkan. Hak kita untuk melakukannya dilindungi oleh jaminan undang-undang kebebasan berbicara dan beragama, seperti juga oleh privasi yang dihormati bahkan di negara-negara yang tidak memiliki jaminan undang-undang resmi. Di publik, apa yang orang beragama katakan dan lakukan melibatkan pertimbangan lain. Kebebasan menjalankan agama mencakup sebagian besar tindakan di depan umum, tetapi tunduk pada kualifikasi yang diperlukan untuk mengakomodasi kepercayaan dan kebiasaan orang lain. Hukum dapat melarang perilaku yang umumnya diakui sebagai salah atau tidak dapat diterima, seperti eksploitasi seksual, kekerasan, atau perilaku teroris, bahkan ketika dilakukan oleh para ekstremis atas nama agama. Perilaku yang tidak seserius itu, meskipun tidak dapat diterima untuk sebagian orang yang percaya, mungkin hanya perlu ditanggung saja jika disahkan oleh apa yang nabi Kitab Mormon sebut “suara rakyat” Mosia 2926. Mengenai tema ceramah di depan umum, kita semua hendaknya mengikuti ajaran-ajaran Injil untuk mengasihi sesama kita dan menghindari perselisihan. Para pengikut Kristus hendaknya menjadi teladan kesantunan. Kita hendaknya mengasihi semua orang, menjadi pendengar yang baik, dan memperlihatkan kepedulian terhadap kepercayaan tulus mereka. Meskipun kita mungkin tidak sepakat, kita hendaknya tidak bersikap tidak menyenangkan. Posisi dan komunikasi kita mengenai topik-topik yang kontroversial hendaknya tidak menimbulkan perdebatan. Kita hendaknya bijaksana dalam menjelaskan dan mengejar posisi kita dan dalam memberikan pengaruh kita. Dalam melakukannya, kita meminta agar orang lain tidak tersinggung oleh kepercayaan agama kita yang tulus dan pelaksanaan bebas dari agama kita. Kami mengimbau kita semua untuk mempraktikkan Peraturan Emas Juruselamat “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka” Matius 712. Ketika posisi kita tidak diterima, kita hendaknya menerima hasil yang tidak berkenan dengan sopan, dan menunjukkan kesantunan terhadap musuh-musuh kita. Dalam peristiwa apa pun, kita hendaknya menjadi orang yang berniat baik terhadap semua, menolak penganiayaan bentuk apa pun, termasuk penganiayaan berdasarkan pada ras, etnis, kepercayaan atau ketidakpercayaan agama, dan perbedaan dalam orientasi seksual. V. Saya telah berbicara tentang asas-asas yang umum. Sekarang saya akan berbicara tentang bagaimana asas-asas itu hendaknya berlaku dalam berbagai keadaan familier di mana ajaran-ajaran Juruselamat hendaknya diikuti dengan lebih setia. Saya mulai dengan apa yang anak-anak kecil kita pelajari dalam kegiatan bermain mereka. Terlalu sering orang non-Mormon di Utah ini telah tersinggung dan dijauhi oleh beberapa anggota kita yang tidak mau memperkenankan anak-anak mereka berteman dengan anak-anak dari kepercayaan lain. Tentunya kita dapat mengajari anak-anak kita nilai-nilai dan standar-standar perilaku tanpa meminta mereka menjauhkan diri atau tidak memperlihatkan respek kepada siapa pun yang berbeda. Banyak guru di gereja dan sekolah merasa sedih mengenai cara beberapa remaja, termasuk remaja OSZA, memperlakukan satu sama lain. Perintah untuk saling mengasihi tentu saja mencakup kasih dan respek lintas agama dan juga lintas ras, budaya, dan ekonomi. Kami menantang semua remaja untuk menghindari perisakan, penghinaan, atau bahasa dan praktik yang dengan sengaja menyakiti orang lain. Semua ini melanggar perintah Juruselamat untuk saling mengasihi. Juruselamat mengajarkan bahwa perselisihan adalah alat dari si iblis. Itu tentunya mengajarkan menentang sebagian cara berbahasa dan praktik politik terkini. Hidup dengan perbedaan kebijakan adalah penting bagi politik, namun perbedaan politik tidak perlu melibatkan serangan pribadi yang meracuni proses pemerintahan dan menghukum partisipan. Kita semua hendaknya menghindari komunikasi penuh kebencian dan mempraktikkan kesantunan untuk perbedaan opini. Tatanan yang paling penting untuk menangkal perselisihan dan mempraktikan respek untuk perbedaan dalam rumah tangga dan dalam hubungan keluarga kita. Perbedaan adalah tak terelakkan—sebagian kecil dan sebagian besar. Mengenai perbedaan besar, misalkan seorang anggota keluarga menjalin hubungan hidup bersama. Itu mendatangkan dua nilai penting dalam konflik—kasih kita bagi anggota keluarga itu dan komitmen kita terhadap perintah. Dengan mengikuti teladan Juruselamat, kita dapat memperlihatkan kebaikan hati penuh kasih dan tetap teguh dalam kebenaran dengan tidak melakukan tindakan yang memfasilitasi atau tampaknya membenarkan yang kita tahu adalah salah. Saya menutup dengan contoh lain dari sebuah hubungan keluarga. Di sebuah konferensi pasak di Midwest sekitar 10 tahun lalu, saya bertemu seorang sister yang memberi tahu saya bahwa suaminya yang nonanggota telah menemaninya ke gereja selama 12 tahun namun tidak pernah bergabung dengan Gereja. Apa yang hendaknya dia lakukan? Dia bertanya. Saya menasihati dia untuk terus melakukan semua yang benar serta untuk bersikap sabar dan baik hati terhadap suaminya. Sekitar satu bulan kemudian dia menulis seperti ini “Saya pikir bahwa ke-12 tahun tersebut menunjukkan kesabaran yang baik, namun saya tidak tahu apakah saya bersikap sangat baik mengenai itu. Jadi, saya berlatih sangat keras selama lebih dari sebulan, dan dia dibaptiskan.” Kebaikan adalah luar biasa, terutama dalam tatanan keluarga. Suratnya berlanjut, “Saya bahkan berusaha untuk menjadi lebih baik hati sekarang karena kami tengah mengupayakan pemeteraian bait suci tahun ini!” Enam tahun kemudian dia menulis kepada saya surat lainnya “Suami saya [baru] dipanggil dan ditetapkan sebagai uskup [lingkungan kami].”2 VI. Dalam begitu banyak hubungan dan keadaan dalam kehidupan, kita harus hidup dengan perbedaan. Di mana penting, pihak kita terhadap perbedaan-perbedaan ini seharusnya tidak diingkari atau ditinggalkan, namun sebagai para pengikut Kristus kita hendaknya hidup dengan damai bersama orang lain yang tidak memiliki nilai yang sama dengan kita atau menerima ajaran-ajaran yang diatasnya itu dilandaskan. Rencana keselamatan Bapa, yang kita ketahui melalui wahyu kenabian, menempatkan kita dalam keadaan fana di mana kita harus menaati perintah-perintah-Nya. Itu mencakup mengasihi sesama kita dari budaya dan kepercayaan yang berbeda sebagaimana Dia telah mengasihi kita. Sebagaimana nabi Kitab Mormon ajarkan, kita harus maju terus, memiliki “kasih bagi Allah dan bagi semua orang” 2 Nefi 3120. Betapa pun sulitnya hidup dalam kekacauan di sekitar kita, perintah Juruselamat kita untuk saling mengasihi sebagaimana Dia mengasihi kita mungkin merupakan tantangan terbesar kita. Saya berdoa semoga kita dapat memahami ini dan berupaya untuk menjalankannya dalam semua hubungan dan kegiatan kita, dalam nama Yesus Kristus, amin.
Selasa, 8 September 2020 Baca 2 Korintus 18-11 18 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 19 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 110 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 111 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami. Dikutip dari Alkitab Terjemahan Baru Indonesia c LAI 1974 Hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. —2 Korintus 19 “Apakah orang-orang masih mendoakanku?” Itu salah satu pertanyaan awal yang diajukan seorang misionaris kepada istrinya setiap kali ia dikunjungi di dalam penjara. Sang misionaris telah difitnah dan dipenjara selama dua tahun karena imannya kepada Tuhan. Hidupnya sering berada dalam bahaya karena kondisi dan kebencian yang dideritanya di penjara, dan umat Tuhan di berbagai penjuru dunia terus mendoakannya dengan sungguh-sungguh. Misionaris itu hanya ingin memastikan bahwa mereka tidak berhenti mendoakannya, karena ia percaya Allah memakai doa-doa mereka dengan cara yang luar biasa. Doa-doa kita untuk orang lain—khususnya mereka yang dianiaya karena iman—adalah anugerah yang sangat berarti. Paulus menyatakan hal ini ketika dalam surat kepada jemaat di Korintus ia menceritakan berbagai kesusahan yang dihadapinya dalam pelayanan mengabarkan Injil. Beban yang dipikulnya “begitu besar dan begitu berat, sehingga [ia] telah putus asa” 2Kor. 18. Namun, ia lalu menceritakan bagaimana Allah telah melepaskannya dan menjelaskan sarana yang dipakai-Nya untuk menolongnya “Kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, karena kamu juga turut membantu mendoakan kami” penekanan ditambahkan. Allah berkarya melalui doa-doa kita untuk menggenapi perkara besar yang membawa kebaikan bagi hidup anak-anak-Nya. Salah satu cara terbaik mengasihi sesama adalah dengan mendoakan mereka, karena melalui itu kita membuka jalan bagi datangnya pertolongan yang hanya dapat diberikan oleh Allah. Ketika kita berdoa bagi orang lain, kita mengasihi mereka dalam kekuatan-Nya. Tiada yang lebih besar—dan lebih mengasihi—daripada Allah.—James Banks WAWASAN Rasul Paulus jelas memiliki relasi pasang-surut dengan jemaat Korintus. Dalam dua surat kepada mereka yang tercatat di dalam Alkitab, ia banyak mengoreksi berbagai perbuatan mereka sambil menanggapi beragam tuduhan atas dirinya dan serangan terhadap kerasulannya. Namun, meskipun ada konflik-konflik ini, Paulus memulai surat 2 Korintus dengan kata-kata penghiburan dari Allah untuk mereka 13-7. Kemudian, di bagian selanjutnya, ia bahkan menyatakan betapa mereka telah menghibur dirinya sekalipun ada kesulitan dalam hubungan mereka! 713. Paulus juga menceritakan sukacita yang dirasakannya ketika jemaat menghibur Titus, yang hatinya disegarkan oleh mereka. Sukacita Paulus “makin bertambah” saatg mengingat kerinduan, keluhan, dan kepedulian mereka kepadanya Sungguh menguatkan saat melihat bagaimana “Allah sumber segala penghiburan” 13 dapat memakai sarana dan pribadi yang tidak terduga untuk membawa penghiburan-Nya kepada kita.—Bill Crowder Bagaimana kamu mengasihi orang lain dengan doa-doamu? Apa saja yang dapat kamu lakukan agar lebih tekun mendoakan saudara-saudari seiman yang teraniaya karena iman mereka? Allah yang Mahakuasa dan Mahakasih, terima kasih untuk anugerah doa dan karya-karya-Mu melalui doa. Tolonglah aku untuk tekun mendoakan sesamaku hari ini! Bacaan Alkitab Setahun Amsal 3-5; 2 Korintus 1
naskah drama tentang mengasihi sesama